fbpx

Masjid Al-Falah Cipayung Gelar Idul Adha, Optimalkan Fungsi & Ingin Ramah Lansia dan Difabel

Kemenkes Rencanakan SKI : Untuk Menyusun Kebijakan Program Pembangunan Kesehatan
28 Juni 2023
Poskes Mina Siagakan Nakes Lebih Banyak : Antisipasi Kritis Kondisi Kesehatan Jemaah haji
30 Juni 2023
Show all

Masjid Al-Falah Cipayung Gelar Idul Adha, Optimalkan Fungsi & Ingin Ramah Lansia dan Difabel

Wartaperawat.com – Seluruh umat muslim di seluruh penjuruh dunia menggelar sholat Idul Adha 1444 H/2023 M kemudian melakukan penyembelihan hewan kurban.

Sehubungan hal itu, Masjid Al-Falah di Jalan Bambu Apus Raya No.55 Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta, dimana Pengurus bersama Remaja Masjid Al-Falah menyiapkan pelaksanaan sholat Idul Adha dan prosesi penyembelihan hewan kurban.

Pelaksanaan sholat Idul Adha berlangsung khidmat dengan Ust. Iwan Kamilin Sastoro sebagai Imam sedangkan Ust. Fadhil Mulyono dipercaya sebagai Khotib.

“Hari ini kami menerima 7 ekor sapi dan 42 kambing, rencana dipotong pada hari ini dan dibagikan di RT-RT sekitar Masjid Al-Falah,” ungkap Haiban Hadjied setelah pelaksanaan sholat Idul Adha, DKI Jakarta, Kamis (29/6/2023).

“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan dari para pengurban, insya Allah amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” lanjut Ketua DKM Masjid Al-Falah ini.

Diterangkannya, nanti hewan kurban dibagi menjadi tiga kelompok, pertama untuk pihak pengorban, kedua pihak yang pantas menerimanya, dan ketiga sebagai hadiah.

Untuk itulah, panitia memohon agar daging kurban untuk diminta juga sebagai lauk makan siang gratis pada hari tasyrik, sekaligus memang Masjid Al Falah selama ini punya program makan siang gratis setiap hari kecuali hari libur, maka akan digunakan untuk itu juga.

Diucapkannya, selain Masjid Al-Falah sebagai sarana ibadah juga diharapkan menjadi pusat bagi pendonor darah di wilayah Jakarta Timur, khususnya di Kecamatan Cipayung dan sekitarnya.

“Sekarang ini kita sudah melaksanakan pada setiap bulan dan akan ditingkatkan menjadi setiap pekan, karena pemintaan dan animonya cukup banyak,” katanya.

Haiban menjelaskan bahwa sekarang ini setiap bulan peminatnya sekitar 120an orang tetapi yang lolos (screening) kurang lebih 90 sampai 100 kantong saja.

“Ini suatu hal yang luar biasa dan sekarang mulai banyak dikenal. Jadi hingga kini masyarakat sekitar telah menjadwalkan untuk donor disini,” sebutnya.

Atas upaya tersebut, disampaikannya pihak Masjid Al-Falah mendapatkan penghargaan dari PMI DKI Jakarta sebagai salah satu tempat yang direkomendasikan atau mempunyai intensitas yang cukup tinggi dengan menempati rangking ke 7 se DKI Jakarta.

“Kita akan tingkatkan lagi supaya semakin banyak pendonor di Masjid Al-Falah, dan sebetulnya yang paling utama agar lebih dikenal sehingga mempermudah masyarakat untuk bisa memberikan donornya,” harap Haiban.

Menurutnya pula, donor darah itu sangat bermanfaat terutama bagi orang-orang yang memerlukan, apalagi di saat pandemi Covid lalu hingga PMI kehabisan stok darah. Sementara masih sangat jarang sarana umum untuk dimanfaatkan sebagai tempat mendonorkan darah bagi masyarakat.

Disamping itu, Masjid Al-Falah dioptimalkan untuk semua fungsi, jadi bukan hanya tempat peribadatan tapi juga untuk menuntut ilmu, tempat rekreasi/hiburan, kegiatan sosial dan meningkatkan ekonomi.

Dalam mendukung peningkatan ekonomi bagi penerima manfaat khususnya bagi pekerja di Masjid Al-Falah diungkapkannya, dimana telah menerima bantuan dari pihak PLN dalam bentuk Food Court dan permodalan termasuk bimbingan untuk berwiraswasta yang baik.

Selain itu, diharapkan juga menjadikan Masjid Al-Falah yang ramah lansia, dikarenakan saat ini memiliki anak tangga sebanyak 30 step, dimana nantinya akan difasilitasi lift untuk mempermudah jamaah menuju ke lantai atas, dan juga merencanakan pembuatan toilet untuk difabel.

“Alhamdulillah sudah ada yang sumbang liftnya, tinggal biaya pemasangan saja. Jadi nantinya Masjid Al-Falah ramah lansia dan juga ramah difabel,” pungkasnya.

Pengecekan kualitas daging kurban juga mendapatkan perhatian dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian termasuk keterlibatan mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) utusan dari Kesmavet untuk mengecek daging kurban di sekitar wilayah Kecamatan Cipayung. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: