Kemenkes Sidak RS Dalam Mengantisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

PPNI Edukasi New Normal & Berkontribusi Sukseskan Program Pemberian Vaksin Covid-19
29 Desember 2020
Kerjasama PPNI & PT Binawan Inti Utama : Mengakselerasi Penempatan Perawat Profesional Ke Luar Negeri
31 Desember 2020
Show all

Kemenkes Sidak RS Dalam Mengantisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Wartaperawat.com – Fasilitas kesehatan mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan sidak kesiapan RSUP Fatmawati dan RSUD Pasar Minggu dalam menangani COVID-19 pada Senin (28/12/2020). Sebelumnya Menkes juga melakukan sidak ke RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada Jumat (25/12/2020).

Rencananya juga nanti akan meninjau beberapa rumah sakit di luar kota untuk memastikan kesiapan penanganan COVID-19 terutama pasca liburan panjang.

“Kita siap-siap dari sisi bed nya, dokternya, perawatnya, obatnya. Kita pastikan siap agar nanti kalau ada masyarakat yang terkena dan jumlahnya sangat banyak kita sudah mengantisipasi sejak awal,” katanya.

Budi berpesan kepada masyarakat yang sedang liburan untuk tetap melaksanakn protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.

“Harapannya kalau kita disiplin apalagi nanti udah pulang liburan jangan langsung semuanya bergerak kemana-mana, kalau bisa 5 hari dulu di rumah atau 10 hari dulu di rumah sampai terbukti kita sehat baru bekerja kembali,” ucap Menkes Budi.

Penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat, lanjut Budi, akan sangat membantu penanganan COVID-19 terutama bagi temen-temen tenaga medis yang bekerja di rumah sakit. Sudah banyak tenaga medis kita yang gugur. Jadi tolong kita hormati mereka (para tenaga medis), kita memastikan diri kita sehat begitu sampai pulang dari liburan.

Rumah sakit yang melayani pasien adalah tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Untuk itu kami selalu menjaga komunikasi dengan para pemimpin, pemerintah daerah, kepala dinas kesehatan, untuk memastikan kesiapan rumah sakit di wilayahnya dalam menangani COVID-19.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof. Kadir menambahkan bahwa penanganan dan penanggulangan COVID-19 di rumah sakit diutamakan kepada pasien-pasien dengan kondisi gejala yang sedang sampai berat.

“Oleh karena itu untuk pasien-pasien yang kondisinya, misalnya, konfirmasi positif tanpa gejala atau konfirmasi positif dengan gejala yang ringan itu diharapkan untuk isolasi mandiri dan tetap berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” terang Prof. Kadir.

Tak hanya memastikan kesiapan rumah sakit dalam menangani COVID-19, Kemenkes juga memberikan donasi dan bantuan kepada beberapa rumah sakit umum daerah yang membutuhkan peralatan kesehatan dalam rangka peningkatan kapasitas rumah sakit tersebut.

“Kami sudah membagi-bagikan kepada mereka seperti mulai dari tempat tidur, infus, alat-alat canggih lainnya dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga medis agar mampu melayani masyarakat dengan baik,” jelas Prof. Kadir. (IM)

 

Sumber : Berita dan foto dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: