Kemenkes Siapkan Pencegahan Awal Terhadap nCoV, Korban Meninggal Sudah 106 Orang

Ketua HIPPII Pusat : Tak Perlu Ditakuti Virus Corona, Namun Perlu Kewaspadaan
28 Januari 2020
Perketat Penyebaran Virus Corona, Nakes Datangi Langsung Khusus Penumpang Asal China
30 Januari 2020
Show all

Kemenkes Siapkan Pencegahan Awal Terhadap nCoV, Korban Meninggal Sudah 106 Orang

Wartaperawat.com – Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Tiongkok Ma Xiaowei menerangkan, bahwa saat ini Negeri “Panda” berada dalam masa genting, yang mana kemampuan virus untuk menyebar semakin kuat.

Hal itu dikuatkan dengan data yang didapat, tercatat jumlah korban meninggal sudah mencapai 106 orang pada Selasa (28/1/2020), sementara jumlah korban terinfeksi lebih dari 4.500.

Melalui berbagai kesempatan, pihak Kementerian Kesehatan menghimbau dan menginformasikan secara terus menerus dalam mengantisipasi penyebaran dan mencegah masuknya Novel Coronavirus (2019-nCoV) ke Indonesia.

Saat berlangsungnya konferensi pers yang digelar di Kementerian Luar Negeri, Senin (27/1/2020), Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ahmad Yurianto mengatakan bahwa selain mendeteksi melalui thermal scanner di pintu masuk negara, Kementerian Kesehatan juga memberikan health alert card.

“Pemeriksaan sebelum terbang yang dilaksanakan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan pemeriksaan saat datang ke Indonesia dengan thermal scanner itu bisa langsung mendeteksi yang sakit. Untuk yang sedang masa inkubasi tentu tidak akan bisa kita detect. Itu kenapa early warning system kita dilengkapi dengan health alert card,” kata Yuri.

Dikatakannya pula, diberikannya kartu tersebut kepada setiap penumpang di pintu kedatangan merupakan standar yang sudah berlaku secara internasional. Health alert card tak hanya diberikan saat ini saja, karena semua perjalanan umroh maupun haji, setelah pulang juga diberikan kartu tersebut.

“Pemberian ini merupakan standar internasional. Di dalam kartu tersebut disebutkan bahwa dalam 14 hari sejak kedatangan ke Indonesia manakala sakit, atau merasakan panas dan gejala influenza maka Kementerian Kesehatan mengimbau mereka untuk ke rumah sakit atau Puskesmas dan menunjukkan kartunya,” sebut Yuri.

Lebih lanjut disampaikan, dengan semakin merebaknya berita tentang virus nCoV, membuat banyak penumpang yang memiliki health alert card menjadi sangat khawatir, sehingga dengan inisiatif sendiri datang ke RS untuk diperiksa, baik dengan maupun tanpa gejala. Inilah yang sering kali dipersepsikan sebagai kasus suspect (terduga).

Selain itu, sebagai upaya early warning system, Kementerian Kesehatan juga melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan seluruh stakehokder terkait termasuk maskapai penerbangan. Keduanya sepakat untuk memberikan edukasi kepada para penumpang mengenai virus nCoV.

“Sekarang semua maskapai penerbangan dari Tiongkok yang menuju Indonesia, maka ada kewajiban setelah safety briefing disampaikan, lalu dilanjutkan introducing penyakit ini kepada seluruh penumpang. Begitu mendarat semuanya akan dicek kembali,” pungkas Yuri.

 

Sumber : Berita dan foto dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: