Kemenkes Diminta Anggota DPR, Standby Masalah Kesehatan Pemudik

Pengurus DPK PPNI RS Hermina Grand Wisata Resmi Dilantik
8 Juni 2018
DPW PPNI Jawa Barat Buka Posko Kesehatan, Prioritaskan Keselamatan Pemudik
10 Juni 2018
Show all

Kemenkes Diminta Anggota DPR, Standby Masalah Kesehatan Pemudik

Wartaperawat.com  – Tradisi pulang kampung yang dilakukan masyarakat Indonesia saat menyambut lebaran sudah menjadi rutinitas kegiatan tahunan. Berbagai kesiapan telah diantisipasi oleh pihak terkait untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi yang akan melakukan perjalanan pulang maupun balik lebaran di tahun 2018/1439 H.

Dalam upaya memberikan pelayanan di bidang kesehatan bagi masyarakat terutama bagi pemudik untuk mengantisapasi kejadian yang tidak diinginkan, diperlukan juga perhatian dari pemerintah yang membidanginya.

Untuk itulah, Anggota Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperbanyak posko-posko kesehatan di sepanjang jalur mudik. Lantaran, kondisi jalur mudik yang ada saat ini diperkirakan akan mengalami tingkat kepadatan yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berkaitan pula dengan pembangunan jalan dalam tahap proses perbaikan, tentunya akan berdampak pada kemacetan kendaraan yang panjang sehingga dikhawatirkan kesehatan pemudik terganggu.

“Melihat bahwa masih banyak jalur mudik yang dalam tahap pembangunan. Pengalaman saya Jakarta-Bandung hari biasa perjalanan tiga sampai empat jam. Sekarang bisa enam jam. Tentu saat arus mudik lebaran bisa lebih bertambah waktunya. Kekhawatirannya ada antrean panjang, Stuck seperti di brexit,” ucap Dede Yusuf seperti dilansir Republika.co.id di Imah Rancage, Baleendah, Bandung, Jum’at (8/6/2018).

Wakil rakyat yang berasal dari Jawa Barat ini meminta kepada Menteri Kesehatan untuk standby dan memantau pos kesehatan. Tenaga medis di jalur mudik serta tidak pulang kampung. “Jangan sampai kosong (tidak ada pos kesehatan),” ungkapnya.

Menurutnya, Kemenkes juga harus terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar mempersiapkan fisik saat hendak menjalani aktivitas mudik. Sebab, di perjalanan potensi dehidrasi dan kelelahan bisa sangat terjadi bagi pengendara. “Ibu menteri bilang siap standby,” katanya.

Dia  juga menambahkan, sebagai Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat menerjunkan sebanyak 28 ribu pandega untuk membantu pihak kepolisian dalam mengatur arus mudik di wilayah Jawa Barat. “Kita menurunkan 28 ribu pandega. Di setiap kabupaten/kota sebanyak seribu orang. Mereka melaksanakan tugas di terminal, stasiun, pos kesehatan dan jalur mudik di pantura,” ungkapya.

Dede mengatakan, anggota pramuka akan turun langsung dalam pengamanan arus mudik pada H-3 Hari Raya Idul Fitri hingga H+3 mendatang.

Dalam melakukan perjalanan mudik dan balik lebaran ini, selain persiapan yang telah disiapkan oleh pemerintah, tentunya pemudik yang berencana melakukan perjalanan diharapkan melakukan persiapan fisik dan mentalnya termasuk kondisi kendaraan yang dipergunakan. Semua dilakukan untuk keselamatan dan kenyamanan bersama. (IM)

 

Sumber : Republika.co.id

Foto : Merdeka.com

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: