FIK UI Tingkatkan Rasa Kepedulian Perawat Terhadap Pasien Kanker & Kenyamanannya

‘Nakes’ Posko Kesehatan Lembur, Menkes Ucapkan Terima Kasih & Terima Kritikan Untuk Perbaikan
11 Juli 2018
DPP PPNI Lakukan Kuker Ke NTT, Sekaligus Sosialisasi Program Kerja Unggulan
13 Juli 2018
Show all

FIK UI Tingkatkan Rasa Kepedulian Perawat Terhadap Pasien Kanker & Kenyamanannya

Wartaperawat.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk menghasilkan pelayanan terbaik. Keluhan yang dialami pasien selain penyakit yang dideritanya, terkadang lingkungan disekelilingnya tidak mendukung dalam proses kesembuhan.

Dengan meningkatnya penderita kanker di Indonesia, diperlukan upaya agar penderitanya tidak bertambah dan proses penyembuhan dapat dibantu dengan perilaku asuhan keperawatan yang baik selain dengan penanganan medis .

Dr. Krisna Yetti mengatakan tak hanya keluhan fisik yang dirasakan oleh pasien kanker, namun keluhan lain seperti masalah psikis dan kesulitan keuangan juga sering dirasakan. Selain itu, keluarga pasien juga dapat mengalami gejala beban seperti yang klien alami berupa cemas, depresi, kesulitan keuangan, dan stres.

Tentunya keluhan yang dirasakan oleh pasien dan keluarga mempengaruhi kenyamanan. Sedangkan kenyamanan merupakan salah satu komponen penting dalam keperawatan dan perlu diberikan dan didapatkan terutama sekali pada pasien.

“Hal itu menunjukkan bahwa diperlukan perawat yang berperilaku etis dan Caring atau peduli pada pasien dan keluarga untuk meningkatkan kenyamanan pasien sehingga kualitas pelayanan keperawatan juga dapat meningkatkan,” ungkap Krisna Yetti, berdasarkan rilis yang diterima pada Rabu (11/7/2018) dan telah dilansir Republika.co.id.

Adanya perilaku caring merupakan landasan penting dalam praktik keperawatan. Caring juga merupakan aspek yang khas pada keperawatan sehingga menjadi pembeda dengan pelayanan kesehatan lainnya.

Namun pada kenyataannya dalam melaksanakan asuhan keperawatan masih ada perawat yang belum sepenuhnya dapat menerapkan perilaku caring dalam menampilkan pelayanan profesionalismenya. Hal tersebut disebabkan antara lain karena stres kerja, terpaparnya terus menerus kabar sedih, duka, atau kabar kematian, yang sering dialami oleh perawat kanker.

Kondisi tersebut dapat mengakibatkan rasa empati, kepedulian atau sikap caring menjadi menurun. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berdampak pada penurunan kepuasan pasien dan motivasi kerja perawat, yang akhirnya menyebabkan kualitas pelayanan kesehatan menurun.

Melihat permasahan yang ada, maka Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang berjudul Strategi Pembentukan Budaya Caring Perawat di Rumah Sakit Kanker Dharmai sebagai upaya meningkatkan kenyamanan pasien.

Acara kegiatan ini diadakan pada hari Selasa hingga Jumat, 10 – 13 Juli, dan 7 Agustus 2018.

Narasumber pelatihan dan workshop diantaranya : Dr. Krisna Yetti, SKp., M.App.Sc; Dr. Tuti Nuraini, S.Kp, M.Biomed; Dr. Enie Novieastari, S.Kp, MSN; Efy Afifah, SKp, M.Kes; dan Hening Pujasari, S.Kp, MANP, M.Biomed, PhD.

Sedangkan narasumber Trainning of Trainee (TOT) yaitu Dr. Hanny Handayani, S.Kp,M.Kep dan Tuti Afriani,S.Kp.M.Kep, dengan fasilitator yaitu Ns. Imelda Avia, S.Kep; Rona Cahyantari M, Skep, Ners; Mellawani, S.Kep, Ners; Cicilia Ika Wulandari, S.Kep, Ners; dan Santi Surbakti, S.Kep, Ners.

Mengenai sasaran dari pelatihan Pembentukan Budaya Caring ini adalah perawat pelaksana dan kepala ruangan. Perawat pelaksana diharapkan dapat menunjukkan perilaku caring yang baik dengan bimbingan yang terus menerus dari kepala ruangan.

Pada awal kegiatan, dilakukan pelatihan dan workshop untuk perawat pelaksana dan kepala ruangan yang akan berperan sebagai champion atau kader.

Setelah itu, kepala ruangan dilatih untuk menjadi champion melalui kegiatan Trainning of Trainer (TOT), sehingga dapat membimbing anak buahnya dalam menerapkan perilaku caring. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi keberhasilan setelah satu bulan kegiatan.

Adapun Output kegiatan ini, diharapkan semua perawat, khususnya yang mengikuti kegiatan ini dapat membudayakan perilaku caring. Perilaku caring yang baik ini penting dilakukan agar meningkatkan hubungan saling percaya pasien dengan perawat, meningkatkan penyembuhan fisik serta meningkatkan rasa aman dan nyaman pasien. Diharapkan pula semoga semua perawat Indonesia dapat menunjukkan perilaku caring yang terbaik dalam memberikan asuhan keperawatannya.

Melalui kegiatan ini perawat akan menjadi lebih peduli lagi dan rasa kemanusian bertambah walaupun beban kerja semakin meningkat.  (IM).

 

Sumber : Berita &Foto dari Republika.co.id

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: