Demi Keberhasilan Program Pemerintah, Perawat Teladan Lakukan Ini…

DPK PPNI Sapudi Tangani Korban Gempa Situbundo Jatim
15 Oktober 2018
PPNI Sumut Andil Di MTQ 2018 & Sampaikan Aspirasi Ke Presiden
17 Oktober 2018
Show all

Demi Keberhasilan Program Pemerintah, Perawat Teladan Lakukan Ini…

Wartaperawat.com – Adanya program pemerintah dalam upaya menjadikan balita sehat demi menciptakan generasi bangsa yang produktif di masa mendatang terkadang menemui kendala. Melalui program Imunisasi MR di setiap daerah di Indonesia masih ditemukan pencapaian target yang masih belum maksimal.

Dalam upaya pencapaian target tersebut, diperlukan peran serta pemerintah daerah, masyarakat maupun tenaga kesehatan. Tentunya peranan perawat yang berada pada pelayanan primer menjadi salah satu penunjang dalam mensukseskan program pemerintah yang sedang berjalan.

Sehubungan dengan pencapaian Imunisasi MR di tingkat Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih rendah, baru 80 % saja. Untuk itulah, peran perawat yang paling dominan sebagai penanggungjawab Posyandu di Puskesmas sangat dibutuhkan dalam pencapaian target yang diinginkan.

Dengan berbagai cara menggerakan sasaran yang biasanya, seperti penyampain H-1 Posyandu kepada kader untuk menggerakkan sasaran, belum membuahkan hasil yang maksimal, terbukti dengan pencapaian Imunisasi MR yang masih rendah.

Dalam upaya menunjang program tersebut, melalui pesan tertulisnya, Rabu (10/10/2018), Kornelia Fatima Gunsim, S.Kep.Ns, seorang perawat berbagi pengalaman, dengan cara adanya sedikit memodifikasi (inovasi) dalam menggerakkan sasaran dengan cara membuat WA Group Posyandu.

Menurutnya, selain menggerakkan sasaran juga dapat berbagi info kesehatan di group dan respon sasaran terutama ibu-ibu balita sangat positif, dan Ia selalu menyapa ibu-ibu di group dengan kata : “Balita sehat dapat menciptakan generasi yang produktif”.

Namun dikarenakan kesibukan dan masih adanya ibu-ibu yang belum memiliki HP Android juga menjadi terkendala, sehingga capaian Imunisasi MR masih belum mencapai target.

Kornelia jelaskan juga, suatu hari ia berstrategi dengan cara melakukan sweeping dengan mendatangi langsung ibu-ibu di Pasar Lembor- Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, yang anaknya belum di Imunisasi MR bulan September 2018.

Kebetulan daerah itu merupakan salah satu wilayah posyandu yang menjadi tanggungjawabnya, dan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian di pasar.  Alhasil pada hari itu, Ia dapat memberikan Imunisasi MR kepada 20 anak.

Dari pengamatannya, Kornelia mendapatkan kesan dari masyarakat yang ia jumpai bahwa masyarakat baik yang punya balita maupun tidak, menyatakan bahwa masyarakat merasa betul-betul diperhatikan oleh pemerintah melalui tenaga kesehatan.

Ia berharap kepada tenaga kesehatan lainnya, terutama perawat tunjukkan sikap care perawat kepada masyarakat melalui pendekatan yang holistic. Itulah ungkapan perawat yang saat ini bekerja di Puskesmas Wae Nakeng, Kab. Manggarai Barat dan merupakan salah satu penerima Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas tahun 2018.

Melalui pengalaman dan pengabdian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rekan perawat dan tenaga kesehatan lainnya. (IM)

 

Sumber : Kornelia Fatima Gunsim, NTT

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: