Bom Meledak Di Surabaya, Perawat Sedang Hamil Tua Jadi Korbannya

Aksi ‘Pengmas’ PPNI DKI Jakarta, Saat Peringatan IND 2018
12 Mei 2018
IND 2018 : PPNI Jakarta Utara Adakan Pengmas & Seminar Keperawatan
14 Mei 2018
Show all

Bom Meledak Di Surabaya, Perawat Sedang Hamil Tua Jadi Korbannya

Wartaperawat.com –  Kabar buruk diterima kembali dari rekan sejawat perawat, setelah dikabarkan bahwa seorang perawat menjadi korban ledakan bom di gereja Santa Maria Tak Bercela pada Minggu (13/5/2018) pagi. Perawat yang saat ini masih status bekerja di Rumah Sakit William Booth Surabaya dan Perawat tersebut dikabarkan sedang hamil tua.

Kejadian yang naas ini, dialami Perawat yang saat ini sedang menjalani pengobatan ini, dialaminya saat melintas di depan Gereja Santa Maria, bersamaan dengan bom meledak yang diduga dibawa oleh seorang pengendara motor yang menerobos masuk ke halaman gereja. Mengakibatkan perawat tersebut dilarikan ke rumah sakit.

“Dia bernama Siti Karimah warga Bojonegoro yang tadi pagi shift pagi. Dia Hendak pulang ke tempat kosnya di daerah Manyar Surabaya. Dia mengalami luka bakar atas peristiwa tersebut dan sekarang ada di RSAL,” terang anggota DPRD Jatim Benyamin Kristianto di RS William Booth Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Politisi asal Partai Gerindra mengungkapkan pihaknya menyesalkan adanya aksi bom bunuh diri tersebut.  “Aksi ini tak manusiawi dan tak dibenarkan oleh semua agama apapun” tegasnya.

Terhadap kejadian ini Benyamin berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus ini.

Pada saat ini perawat korban bom tersebut masih dirawat di RS William Booth, namun pihak Rumah Sakit menolak memberikan keterangan.

Dari Imformasi yang didapat, pada hari Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 7 pagi, diwaktu hampir bersamaan bom meledak di 3 Gereja di Surabaya saat misa sedang berlangsung.

Adapun ketiga yang dimaksud adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno dan Gereja GKI di Jalan Diponegoro.

Terhadap korban yang terluka lainnya, banyak warga surabaya dan sekitarnya membantu kejadian tersebut dan banyak juga mendonorkan darahnya ke PMI Surabaya. (IM)

 

Sumber : Berita dan foto dari berbagai sumber

.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: